Instagram: @efansamuel
e-mail: efansamuel@gmail.com

October 23, 2013

Kesimpulan dan Saran Perbandingan Kutipan, Catatan kaki, dan Daftar Pusaka dari 3 buku yang berbeda


A. Kesimpulan
Dalam menyampaikan suatu pesan atau informasi kepada seseorang secara tertulis, seperti dalam buku dan karya ilmiah, kita perlu mengemas pesan tersebut dengan baik agar pesan atau informasi yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan jelas. Oleh karena itu, dalam menulis informasi tersebut diperlukan teknik menulis notasi ilmiah. Dalam penulisan karya ilmiah, pernyataan, teori, ataupun konsep yang kita gunakan sebagai bahan rujukan dalam penulisan karya ilmiah harus mencakup tiga hal, yaitu:
1. Kutipan, yang terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung
2. Catatan kaki, adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan
3. Daftar pustaka, adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel, dan bahan-bahan penerbitan lain yang mempunyai pertalian dengan karangan yang telah disusun.

B. Saran
1. Untuk mahasiswa
Dengan mengetahui teknik menulis kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka, maka ketika menulis karya ilmiah kita dapat mengutip dengan benar, menulis catatan kaki dan daftar pustaka dengan benar. Selain itu, dengan melakukan tiga hal tersebut kita dapat menghargai hasil karya orang lain dengan tidak hanya menjiplak.

2. Untuk penulis buku 
Penulis buku juga harus mengetahui kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang sesuai dengan teknik penulisan notasi ilmiah. Jangan hanya asal menulis saja, tetapi harus memperhatikan tata cara penulisan notasi ilmiah, sehingga lebih jelas yang mana kutipan langsung dan tidak langsung, bagian mana yang dikutip, nama pengarang, judul buku, halaman yang dikutip, dan memperhatikan juga penulisan catatan kaki serta daftar pustaka.

October 21, 2013

Mutiara di Mediterania



Iskandariah, kota yang terletak 225 kilometer dari Kairo, Mesir ini sering disebut sebagai “The Pearl of the Mediterranean”. Sebutan ini bukan tanpa alasan karena beberapa sejarah kehebatan dunia berlangsung di sini.

October 14, 2013

Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar


TUJUAN PENULISAN : PERSUASI
Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan mata kuliah Bahasa Indonesia sebagai softskill/mata kuliah penunjang menjelang penulisan PI dan skripsi, dimana tujuan dari pembelajaran ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Pada kesempatan mendapatkan mata kuliah Bahasa Indonesia menjelang penulisan PI dan Skripsi sangatlah menguntungkan buat saya dan mahasiswa/i lainnya yang duduk di semester ini. Oeh karena itu untuk bisa memenuhi tujuan pembelajaran ini, terdapat 9 unsur pendukung penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagai berikut:

9 UNSUR/FAKTOR PENDUKUNG PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK:
1. Ragam Bahasa
2. Ejaan
3. Diksi
4. Kalimat
5. Alinea & Pengembngannya
6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
7. Kerangka Karangan
8. Kutipan & Catatan Kaki
9. Abstraksi & Daftar Pustaka

TUJUAN
Supaya mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

June 12, 2013

KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SUATU PRODUK



Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian,penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Cara pandang seorang konsumen tehadap suatu produk apakah produk tersebut baik atau buruk secara kualitas, harga, bentuk, dan manfaat sebelum ia mengambil keputusan pembelian. Produk musiman tentunya dibutuhkan orang pada musim-musim tertentu, dari sanalah tentunya seorang produsen berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen. Berikut adalah sebagian besar produk musiman di Indonesia. contoh: Terompet, pohon natal, rambutan, mangga, ketupat, sapi, bendera, kurma.

Dari data di atas dapat kita ketahui bahwa setiap produk yang dijual itu mempunyai waktunya masing-masing. Seorang produsen terompet tentunya tidak akan menjual terompetnya pada bulan maret, atau bulan-bulan lainnya selain bulan desember, karena konsumen mempunyai persepsi bahwa terompet itu baru ada manfaatnya saat tahun baru tiba, sesudah dari itu terompet tidak ada gunanya lagi. Produsen yang memproduksi terompet harus menyiasati bagaimana agar produknya bisa laku terjual sebelum tahun baru tiba. Karena kalau produk itu tidak terjual tentunya ia akan mengalami kerugian atau setidaknya bila awet bias saja dijual kembali tahun depan.

Lain halnya dengan terompet, konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap rambutan, mangga dan kurma. Pada musimnya pada umumnya buah-buah tersebut mudah dijumpai di pasaran. Hal itu yang membuat harganya murah, namun ada kalanya seseorang ingin mengkonsumsi buah-buah tersebut padahal belum musimnya. Kalaupun ada yang menjual pastilah harganya relatif mahal, tapi orang yang benar-benar menginginkannya tentu akan rela mengeluarkan uang berapapun. Sehingga persepsi konsumen ini terbentuk karena faktor kebutuhan.

PERAN KOMUNIKASI DI DALAM ORGANISASI



Sebagai makhluk sosial, setiap manusia senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri. Interaksi dan kerja sama ini akan terus berkembang dengan teratur sehingga membentuk wadah yang disebut dengan organisasi. Interaksi atau hubungan antar individu-individu dan kelompok/tim dalam setiap organisasi akan memunculkan harapan-harapan. Harapan ini kemudian akan menimbulkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban oleh masing-masing individu untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi/kelompok.
Dalam setiap organisasi yang diisi oleh sumber daya manusia, ada yang berperan sebagai pemimpin, dan sebagian besar lainnya berperan sebagai anggota/karyawan. Semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut akan melakukan komunikasi. Tidak ada organisasi tanpa komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian integral dari organisasi. Komunikasi ibarat sistem yang menghubungkan antar orang, antar bagian dalam organisasi, atau sebagai aliran yang mampu membangkitkan kinerja orangorang yang terlibat di dalam organisasi tersebut.